Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung balai Asahan (TBA) mendukung pelaksanaan Operasi Gabungan Laut di wilayah perairan Batu Bara, Senin 28 September 2026. Kegiatan tersebut digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara bersama sejumlah instansi terkait.
Operasi tersebut bertujuan memperketat pengawasan di perairan sekaligus mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Hal itu disampaikan Humas Kanim setempat Okka kepada wartawan Supremasi Hukum Indonesia (SHI) melalui press rilisnya (29/9/2026)
Dikatakannya, kegiatan diawali Apel Bersama Operasi Gabungan Laut di Lapangan Upacara PT Inalum yang dihadiri Bupati Batu Bara, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumut, Kabinda Sumut, Danlanal Tanjungbalai Asahan, Kapolres Batu Bara, Kajari Batu Bara, Kepala KSOP Kuala Tanjung, serta unsur Forkopimda lainnya. Sebanyak 30 tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut Okka mengatakan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara, Dr. Parlindungan, S.H., M.H., menjelaskan posisi perairan Batu Bara sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Selat Malaka jalur lalu lintas laut, pelabuhan rakyat, serta muara sungai yang luas. Sebagian garis pantai belum terjangkau Tempat Pemeriksaan Imigrasi, sehingga sinergi antar instansi menjadi kunci pengawasan.
130 personel gabungan dikerahkan, melibatkan Kanwil Imigrasi Sumut, TNI AL, Polres Batu Bara, Bea Cukai Kuala Tanjung, Satpol PP, KSOP Kuala Tanjung, Kejaksaan, serta seluruh UPT Imigrasi se-Sumatera Utara.
Usai apel, dilanjutkan patroli laut menggunakan dua kapal Bea Cukai. Patroli ini akan dilakukan secara rutin untuk mengawasi pergerakan orang dan barang di perairan Batu Bara.
Kantor Imigrasi Asahan menegaskan komitmennya mendukung sinergi lintas instansi, melaksanakan tugas pengawasan keimigrasian, serta mendukung program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto demi menjaga keamanan wilayah perbatasan, Ungkap Okka. (Yus)


